Sebelumnya aku tak pernah membayangkan ini akan secepat ini.
Sebelumnya aku juga tak punya bayangan kalau aku berada di titik sekarang ini
Sebelumnya aku juga tak pernah sama sekali berdoa yang sangat khusus berkali-kali untuk aku bisa seperti ini.
Dan aku tak pernah mendapat tanda-tanda apapun tentang ini dan dirinya.
Entah , semuanya berjalan sangat cepat dan aku menemukan duniaku.
Menemukan apa yang aku harapkan daridulu.
Tidak. Aku tidak sedang mencari.
Dia hadir , hadir dengan tiba-tiba dan aku menerima kehadirannya tanpa alasan ini itu untuk sekedar jaim.
Sebenarnya , aku tak tahu. Aku yang menghadirkan diri atau dia yang datang , yang aku tau aku larut dengan cepat.
Ah, entahlah.
Kalian harus tau bahwa...
Dia bukan sekali ini berjalan lalu sampai didepanku. Tidak.
Dia sudah melewati banyak jalan , meringis menahan luka dan melewati ribuan cerita.
Dia sudah bertemu dengan banyak orang sebelumnya.
Dia adalah seseorang yang pernah begitu menyayangi masa lalunya, pernah berhenti tuk tetap singgah disana dan berharap seolah disana ada masa depannya.
Tapi aku , aku tak pernah mempermasalahkan itu semua.
Aku buta? Tidak .
Aku cinta? Ya.
Lalu apakah benar cinta itu buta?
Bagiku , cinta itu tidak buta. Coba pikirkan sekali lagi , cinta itu memilih tidak mempermasalahkannya.
Cinta itu memilih untuk tetap mengalir seperti itu adanya. Dan sepertinya satu tingkat diatas cinta itu adalah keikhlasan.
Ah , aku mulai sok tau tentang cinta.
Sudahlah , aku cuma mau bilang :
Hai Hanifan Satria , terimakasih telah membuatku menemukan duniaku, tetaplah seperti ini sampai nanti. Kamu tau kan aku sudah selesai menanti? Mari kita melangkah tanpa saling menghambat. Kita adalah partner. Oh iya, aku nggak pernah lupa tentang bintang-bintang itu dan pesanmu , "Abel!!! Jangan Waras ya !!".