“Era digital’ , kata ini sering sekali
didengar ataupun dibaca. Namun, apa sebenarnya ‘era digital’ tersebut? Mengutip
dari buku Defining Your Digital Strategy
karya Tuhu Nugraha, Era digital adalah sebuah periode dalam sejarah manusia
yang ditandai oleh perubahan dari industri tradisional yang dibawa oleh
revolusi industri menjadi industri yang basisnya ekonomi dan informasi.
Di era digital, ada dua
jenis makhluk yang menjadi penghuni. Yang pertama bernama digital native consumer , yang satu lagi bernama digital immigrant consumer. Lalu, apa
perbedaan dari keduanya? Digital immigrat adalah orang-orang
yang terlahir sebelum era digital, tetapi mereka juga tertarik dan berusaha
untuk menerima teknologi yang memiliki manfaat bagi dirinya. Generasi ini
beradaptasi terhadap teknologi secara lambat. Sehari-harinya, mereka melakukan
kegiatan tahap demi tahap dan hanya melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu.
Singkatnya, mereka tidak multi-tasking. Sebaliknya, digital native adalah orang-orang
yang terlahir di tengah perkembangan teknologi yang luar biasa. Teknologi canggih
merupakan hal yang biasa bagi generasi ini. Selain itu, mereka juga menyukai
informasi secara real time dan cepat. Berbeda dengan digital immigrant, mereka
ini sudah terbiasa dengan proses multi-tasking. Saat ini, jumlah digital native sudah setara dengan seperempat
penduduk dunia.