Kita pasti sering dengar bahwa air yang baik adalah air putih. Air putih itu menyehatkan. Bahkan kalau badan lagi demam, solusinya minum air putih banyak-banyak. Tapi, kenapa harus air putih? Maksudku, kenapa bukan air teh atau susu? Toh ada kandungan air putihnya.
Lalu ,aku mulai memikirkan tentang hal ini, "kenapa harus air putih"? Dan akhirnya timbul sebuah pemikiran. Mari kita beranalogi ...
Kamu memiliki seorang teman, kamu mengenalnya di hampir separuh
usiamu hingga saat ini, bagaimana cara pandangnya, sifatnya, bahkan pesanan makanannya saat makan di rumah makan ataupun cafe, kamu hapal di luar kepala. Sampai suatu saat,
kalian diharuskan tinggal di daerah yang berbeda, di lingkungan yang
berbeda. Dan saat itu , teman kalian sudah berubah.
Iya, aku tau kalau hidup ini berjalan terus, dan manusia berubah.
Berubah....ya awalnya ku pikir berubah itu tidak apa-apa, toh kalau
kita tetap memandangnya sama, suatu hal ataupun seseorang di mata kita
tidak akan berubah, dan kita tidak akan apa-apa.
Seperti halnya
pemikiran tentang air teh dan susu, di sana tetap saja ada airnya. Yakan? Tapi....Aku rasa
percuma mencari-cari rasa asli air putih dalam segelas es teh atau susu.
Dengan campuran es , gula, dan teh ataupun susu, rasanya tidak akan
pernah sama lagi,
dan ya manfaatnya tidak akan pernah sama lagi, walaupun 90%nya adalah
air putih.
Awalnya ku pikir sama, toh wujudnya ada. Tapi, ternyata ku salah , nyatanya kini ku jengah.
Yap, ternyata seseorang tidak akan sama lagi, jika ia telah
berubah, entah itu karena waktu, tuntutan pergaulan ataupun lingkungan.
Walaupun itu masih orang yang sama, dengan ajaib kadang kita bisa tidak
mengenalnya lagi, atau merasa terkejut dengan perasaan asing saat kita
menyadari bahwa kita sedang menghadapi 'orang asing'.
Hari ini hawanya panas sekali, aku haus. Masih adakah air putih untukku?
23:56 , Purwokerto.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar