Bukan karena kamu tak lagi spesial.
Bahkan untuk diriku sendiri pun aku tak pernah lagi menyusun kata-kata.
Tapi malam ini, entah mengapa aku tergerak untuk membuka laptop dan membuka blog yang sudah lama ku tinggalkan untuk menyusun kata-kata untukmu [lagi].
Dua.
Angka yang tak asing bagiku.
Angka yang menjadi favoritku sejak duduk di bangku taman kanak-kanak.
Angka yang kini punya arti tersendiri dalam hidupku.
Tak hanya favorit tapi berarti.
02 Desember 2013.
Masih terekam dengan jelas dan lengkap apa yang terjadi saat itu.
Saat dimana sebuah keputusan diambil.
Saat dimana masih bahagia-bahagianya.
Saat aku dan kamu sering menyusun kata-kata.
Dua tahun.
Aku percaya semua ada fasenya masing-masing.
Kalau aku boleh bilang; ini fase terberat kita sejauh ini.
Amarah sudah jadi cemilan kita sehari-hari belakangan kemarin.
Bahkan sampai semesta pun ikut-ikutan meledak hari itu.
02 Desember 2015.
Lalu semua amarah itu menghilang entah ke langit atau tanah.
Kita memilih untuk menerima segala.
Memulai lagi dari titik paling rendah.
Agar kembali menuju fase bahagia.
Selamat hari "aku lagi sayang-sayangnya sama kamu", partner gila; Hanifan Satria.
![]() |
My worst-sweet-addiction-enemy |
071215
1:11 AM
sedang berusaha memejamkan mata dengan wangi parfummu yang menempel di baju.

Huft, so sweet hahaha
BalasHapus