Nilai dalam Teknologi
Komunikasi
Dalam
kehidupan manusia, segala kegiatan atau sesuatu hal yang dilakukan pasti
bermula dari nilai. Makna nilai itu sendiri adalah suatu bobot/kualitas perbuatan
kebaikan yang mengandung berbagai hal yang dianggap sebagai sesesuatu yang
berharga, berguna, dan memiliki manfaat. Nilai memuat elemen pertimbangan yang
memuat ide-ide seorang individu mengenai hal-hal yang benar, baik, atau
diinginkan. Lalu sebenarnnya apakah teknologi komunikasi itu? Mengapa teknologi
komunikasi berhubungan dengan nilai?
Jika
kita mencari pengertian dari teknologi komunikasi , kita akan menemukan banyak
pengertian dari para ahli. Karena tidak ada pengertian yang tetap tentang
teknologi komunikasi. Namun, dari banyaknya pengertian tersebut, kita bisa
menemukan kata kunci yang banyak muncul dari berbagai pengertian. Kata kunci
itu ialah nilai, proses, pesan/content, struktur sosial/masyarakat dan hardware. Sesuai penjabaran diatas, maka
makna nilai yang dimaksud dalam teknologi komunikasi adalah cara berpikir
manusia yang selalu ingin berkembang dengan mengolah pesan antar individu yang
menggunakan hardware sebagai
mediumnya. Nilai tersebut akan berjalan dengan didukung oleh struktur
sosial/masyarakat untuk mencapai suatu tujuan yaitu lebih cepat dan meluas.
Pengertian
yang mencakup secara meluas itu adalah pengertian dari Roger. Teknologi
merupakan sebuah seperangkat untuk
membantu aktivitas kita dan dapat mengurangi ketidakpastian yang disebabkan
oleh hubungan sebab akibat yang melingkupi dalam mencapai suatu tujuan (
Roger, 1983).
Komunikasi adalah proses penyampaian
dan penerimaan pesan di antara dua orang atau kelompok kecil, dengan efek dan
feed back langsung.Jadi menurut dua pengertian diatas, dapat kita simpulkan
bahwa pengertian Teknologi Komunikasi adalah sebagai perlengkapan hardware, struktur organisasi, dan nilai – nilai
sosial dimana individu – individu mengumpulkan, memproses, dan tukar – menukar
informasi dengan individu – individu lain. (Roger, 1986).
Roger memberikan pengertian
Teknologi Komunikasi tidak hanya pada tingkatan hardware, tetapi juga pada tingkatan sosiologi. Karena seperti yang
sudah dijabarkan diatas bahwa teknologi komunikasi sejatinya berkaitan dengan
nilai yang mana tidak bisa lepas oleh struktur sosial. Maka pada intinya,
teknologi komunikasi merupakan suatu sarana yang dikembangkan dalam proses
menuju komunikasi yang efektif (berhasil) seiring dengan semakin berkembangnya
peradaban kehidupan manusia.
Evolusi Teknologi Komunikasi Seiring Berkembangnya Peradaban Manusia
Kita semua merasakan bagaimana pesatnya kemajuan teknologi komunikasi saat ini. Bahkan teknologi yang mungkin tidak terbayangkan oleh manusia dahulu, sekarang sudah banyak digunakan. Jika kita kembali melihat kebelakang, kemajuan teknologi komunikasi ini mengalami era evolusinya. Everett M Rogers (1986:26) mencatat ada empat fase perkembangan komunikasi manusia. Fase-fase tersebut adalah The Writing Era, The Printing Era, Telecommunication Era, dan Interactive Communication Era. Berikut adalah bagan dari evolusi komunikasi manusia.
![]() |
| timeline perkembangan teknologi komunikasi |
Pada
Era Komunikasi Tulisan (The Writing Era)
dimulai dengan tulisan yang dipahami oleh bangsa Sumeria. Kemudian ditemukannya
mesin cetak oleh Gutenberg. Namun, awal mula menggunakan mesin cetak itu
hanyalah untuk mengkopi kitab yang sebelumnya telah ditulis tangan oleh
kalangan gereja dan tersebar sangat terbatas hingga masa renaissance. Pada era
ini tangan adalah sebagai alat pertama manusia menyampaikan pesan. Terlihat
jelas bagaimana manusia men-delivery
pesannya dengan bagian terdekat dengan tubuhnya.
Pada
Era Komunikasi Printing (The Printing Era),
Rogers memaparkan bahwa fase ini
komunikasi manusia lebih maju dengan memanfaatkan teknologi cetak.Pada mulanya
kemunculan bahan cetak ini berawal dari Cina dengan ditemukannya bahan baku
pembuatan kertas. Selanjutnya teknologi pencetakan mulai berkembang dari Cina
kemudian Korea hingga akhirnya ke Jerman dengan ditemukannya mesin cetak. Mesin
cetak sebagai alat penyampaian pesan yang terus menerus. Dari sebelumnya hanya
bisa satu rupa , setelah mesin cetak muncul akhirnya bisa diperbanyak dan
disampaikan terus-menerus.
Era Telekomunikasi (Telecommunication Era), berimplikasi
pada pengertian komunikasi dengan jarak yang berjauhan (communication at a long
distance). Menurut Rogers (1986: 29-30) pada era yang mulai berkembang pesat pada medium tahun
1800-an ini memasuki era teknologi elektronika. Rogers memulai era ini dengan
mengambil moment pada saat Samuel Morse
pada tanggal 24 Mei 1844 menemukan suatu cara menyampaikan pesan melalui kabel elektronika, belakangan dikenal dengan
istilah telegraph, dari Baltimore ke
Washington DC dengan pesan yang sangat terkenal “What hath God Wrought?”. Kehadiran telegraph memicu para ahli untuk
mengembangkan teknologi yang lebih baru, antara lain radio dan televise. Radio
dan televisi yang menampilkan visual dan audio ini semakin memperlihatkan
bagaimana penyampaian pesan di peradaban manusia semakin berkembang.
Sementara Era Komunikasi Interaktif (Interactive Communication Era), merupakan era yang paling kontemporer dimana
telekomunikasi terjadi antara dua media yang berbeda dan difasilitasi dengan
keberadaan komputer. Rogers mencatat era ini berawal dari ditemukannya ENIAC,
sebutan untuk perangkat kerja komputer sederhana yang memiliki lebih dari
18.000 tabung lampu vacuum, di tahun 1946 oleh sekelompok ilmuwan di
Universitas Pensylvania. Sepertiga abad
kemudian penemuan sederhana ini menghasilkan perangkat yang lebih kecil, lebih
canggih dan lebih fleksibel dalam penggunaannya. “…thirty years of futher
research and development were needed before miniaturized, lowpriced
microcomputers became available, a type of computer that many household,
businesses, and school could afford” (Rogers, 1986: 30-31).
Dari ke-empat era evolusi komunikasi
manusia, kita dapat menyimpulkan bahwa manusia memulainya dengan tangan. Tangan
digunakan untuk menciptakan simbol yang akan diartikan guna menyampaikan pesan.
Namun, sekarang tradisi menulis tangan sudah tidak sebanyak dahulu. Tulisan
tangan orang sekarang banyak yang tidak seindah dan serapi sebelum teknologi semakin canggih. Padahal penelitian
menyebutkan jika kita sering menulis dengan tangan akan meningkatkan IQ dan
daya kreatif seseorang. Hal ini juga berhubungan dengan bagaimana nilai yang
ada dalam masyarakat; masih menginginkan tulisan tangan atau tidak.
Karakteristik yang
Muncul Dari Perkembangan Teknologi Komunikasi
Dengan berkembangnya teknologi komunikasi yang semakin memudahkan masyarkat dalam menyampaikan pesannya. Karater tersebut yang pertama adalah interactiviy. Kemampuan untuk “talk back” kepada penggunanya. Interactivity yang dimaksud adalah kualitas dari sistem komunikasi seperti perilaku komunikasi yang diharapkan ; keakuratan, lebih efektif, dan lebih menyenangkan bagi para komunikan dalam proses komunikasi. Namun, perlu kita ingat kembali unsur nilai yang sudah dipaparkan diatas. Meskipun dengan adanya teknologi komunikasi baru yang bersifat interaktif, faktor individu yang aktif tetaplah menentukan mau interaktif atau tidak.
Karakter yang kedua adalah De-massified, kemampuan untuk menyampaikan pesan “khusus” antar individu dalam audience yang sangat banyak. Mirip bentuk komunikasi antarpersona pada media baru tersebut, meskipun mereka tidak bertemu secara face to face. De – massifoed juga dapat diartikan kontrol sistem komunikasi massa berubah dari para produser media lepada para media consumer. Jika dahulu sistemnya adalah one-to-many , sekarang lebih ke many-to-many.
Karakter selanjutnya adalah Asynchronous, artinya kemampuan untuk mengirim dan menerima pesan pada waktu yang tepat pada individu. Sebagai contoh individu dapat membuka e-mail dimana dan kapan dia suka “whenever log-on", sesuai bagaimana nilai yang terdapat dalam individu masing-masing ataupun dalam struktur sosial.
Dengan berkembangnya teknologi komunikasi yang semakin memudahkan masyarkat dalam menyampaikan pesannya. Karater tersebut yang pertama adalah interactiviy. Kemampuan untuk “talk back” kepada penggunanya. Interactivity yang dimaksud adalah kualitas dari sistem komunikasi seperti perilaku komunikasi yang diharapkan ; keakuratan, lebih efektif, dan lebih menyenangkan bagi para komunikan dalam proses komunikasi. Namun, perlu kita ingat kembali unsur nilai yang sudah dipaparkan diatas. Meskipun dengan adanya teknologi komunikasi baru yang bersifat interaktif, faktor individu yang aktif tetaplah menentukan mau interaktif atau tidak.
Karakter yang kedua adalah De-massified, kemampuan untuk menyampaikan pesan “khusus” antar individu dalam audience yang sangat banyak. Mirip bentuk komunikasi antarpersona pada media baru tersebut, meskipun mereka tidak bertemu secara face to face. De – massifoed juga dapat diartikan kontrol sistem komunikasi massa berubah dari para produser media lepada para media consumer. Jika dahulu sistemnya adalah one-to-many , sekarang lebih ke many-to-many.
Karakter selanjutnya adalah Asynchronous, artinya kemampuan untuk mengirim dan menerima pesan pada waktu yang tepat pada individu. Sebagai contoh individu dapat membuka e-mail dimana dan kapan dia suka “whenever log-on", sesuai bagaimana nilai yang terdapat dalam individu masing-masing ataupun dalam struktur sosial.
DAFTAR PUSTAKA
Arul, 2012, “Empat Fase Perkembangan Komunikasi Manusia”, (online) diakses 14
Maret 2015 http://kangarul.wordpress.com/2009/07/31/empat-fase-perkembangan-komunikasi-manusia/
Elita, Novia, 2012, “Pengertian Teknologi Komunikasi dan Komunikasi Menurut Para Ahli”,
(online) Diakses 14 Maret 2015 http://elitanov.blogspot.com/2012/12/pengertian-teknologikomunikasi-dan.html
Noegroho,
Agoeng. “Teknologi Komunikasi”.Graha
Ilmu.Yogyakarta.2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar